Jumat, 3 April 2009 hampir tengah malam, berita mengejutkan datang dari Ketua Dewan Pembina TB. Silalahi Center, via SMS beliau mengirimkan berita dukacita kepada seluruh staff TB. Silalahi Center, berikut isi SMS tersebut :
“ Telah terjadi kebakaran di Hinalang, 3 rumah habis terbakar dan seorang ibu berusia 82 tahun turut hangus bersama rumahnya “
SMS itu berasal dari salah seorang staff TB. Silalahi Center yang kemudian di forward kepada seluruh staff sehingga semua mengetahui berita tersebut, keesokan harinya TB. Silalahi memberikan instruksi kepada Ketua Umum TBSC Masrina Silalahi untuk mengadakan peninjauan langsung ke lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan kemanusiaan.
Menindaklanjuti instruksi tersebut Ketua Umum TBSC beserta beberapa orang karyawan langsung menuju lokasi yang hanya berjarak 2 km dari kompleks TBSC, agenda pertama adalah melayat korban jiwa yaitu seorang Ibu yang sudah berumur 82 tahun sembari mengucapkan turut berdukacita atas peristiwa yang sangat mengejutkan ini.
“ Ee tahe...nunga boi hian nian alapon ni Tuhan hian inanta on, unang alani hagoran nian “ tutur seorang tetangga korban yang juga belum tahu penyebab kebakaran ini, kira-kira artinya dalam terjemahan Bahasa Indonesia “ Harusnya ibu ini sudah saatnya menghadap kepadaNya dengan lebih layak, bakan gara-gara terbakar”.
Agenda kedua adalah meninjau langsung lokasi kebakaran, 1 unit pemadam kebakaran terlihat baru meninggalkan lokasi, menurut penduduk setempat pemadam tersebut memastikan apakah api dalam tumpukan puing-puing sudah benar-benar padam agar mudah dibersihkan untuk mendirikan rumah sementara, ada tiga rumah yang hangus total dan satu rumah lagi di bongkar untuk memutuskan jalur api agar kebakaran yang lebih luas dapat dihindari.
Di lokasi pihak TB. Silalahi langsung menyerahkan bantuan berupa bahan-bahan makanan dan sejumlah uang kepada korban kebakaran yang diwakili oleh Kepala Desa sebagai Ketua Posko Bantuan yang dibentuk masyarakat setempat, selain itu pihak TB. Silalahi Center juga menyerahkan bantuan logistik kepada masyarakat setempat yang terlihat sibuk membantu mendirikan tempat tinggal sementara bagi korban kebakaran.
Kegiatan sosial TB. Silalahi Center ini adalah yang kesekian kalinya dilaksanakan, salah satu diantaranya adalah bantuan pengobatan, perawatan, dan biaya hidup yang diperuntukkan kepada Ayu, bocah kecil yang mengalami penganiayaan dan ditelantarkan olah orangtuanya, saat itu TB. Silalahi Center bekerjasama dengan Last Wish sebuah yayasan yang membantu menyalurkan bantuan terutama buat anak-anak yang menderita penyakit berat dan anak-anak yang mengalami kekerasan.
Semoga bantuan ini dapat meringankan beban para saudara-saudara kita yang tertimpa musibah
(Humas TBSC)